BOCAH OBESITAS ASAL KARAWANG MENINGGAL DUNIA

Satria Putra Obesitas meninggal dunia, Minggu (29/9/2019)


Satia Putra (7), bocah yang mengalami obesitas dengan berat 110 kilogram asal Karawang, meninggal dunia saat hendak dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Minggu (29/9/2019). Ayah kandung Satia, Sarli (60), menceritakan, putranya tersebut sempat mengeluhkan sakit yang dia rasakan. "Pak saya nggak kuat, soalnya sakit banget," kata Sarli menirukan perkataan Satia, putra bungsunya, Sabtu (28/9/2019).

Ayah Satia, Sarli menuturkan, sebelum meninggal dunia, anaknya sempat menjalani perawatan medis di klinik dekat rumahnya pada Jumat 27 September 2019 pagi. Satiya saat itu mengeluhkan sesak napas. “Awalnya batuk-batuk. Terus Jumat sore dirawat dan diberi oksigen. Setelah itu pulang ke rumah,” katanya ditemui di rumah duka seperti dilansir dari iNews.id, Minggu (29/9/2019)

apa itu Obesitas?

Pengertian Obesitas

Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas.
Masalah obesitas semakin meningkat di dunia. Hal ini menjadi tantangan yang besar dalam mencegah pertumbuhan penyakit kronis di dunia. Obesitas juga dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori.

OBESITAS dapat dicegah dengan:

  1. Membatasi asupan makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat.
  2. Meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, termasuk tumbuhan polong-polongan, gandum murni dan kacang-kacangan.
  3. Melakukan aktivitas fisik secara teratur (60 menit perhari untuk anak-anak dan 150 menit perhari untuk dewasa).

Selain itu, pencegahan juga perlu dilakukan pada tingkat masyarakat (WHO, 2014), yaitu :
  1. Mendukung individu untuk mengikuti pencegahan di atas, melalui komitmen politik berkelanjutan dan kerja sama dari banyak pihak publik dan swasta.
  2. Memberikan sarana untuk pelaksanaan aktivitas fisik dan menyediakan pilihan makanan sehat yang dapat dijangkau oleh semua masyarakat, terutama masyarakat miskin.