Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung Barat

Periode Tahun 2019-2024
  
MUP, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat paripurna pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masa jabatan 2019-2024 di Masion Pine, Kota Baru, Padalarang, Kamis (26/08/2019). 

Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2019-2024 sedikit berbeda karena dilaksanakan di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan yang merupakan hotel bintang empat, Senin (26/8/2019).
Dikarena DPRD Kabupaten Bandung Barat Belum mempunyai kantor untuk menyelenggarakan Paripurna maka menyewa tempat di Masion Pine Kota Baru Parahyangan Padalarang dengan menyebar undangan sebanyak 2.000 orang.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bandung Barat Ronny Rudyana mengatakan alasan dipilihnya Mason Pine Hotel lantaran area perkantoran DPRD Bandung Barat di Jalan Raya Padalarang tak memadai. Dikarenakan ini adalah Hari Besar maka membutuhkan fasilitas yang menampung banyak orang.

Adapun di Media-media lainnya diberitakan bahwa pelantikan di Masion Pine itu terlalu mewah megah, padahal dengan tamu undangan yang mencapai 2000 yang meliputi dari berbagai aspek tentu ini merupakan hal yang sangat wajar. 



Dia menambahkan pada pelantikan itu pihaknya mengundang 2000 tamu undangan dari unsur Forkopimda, instansi vertikal TNI/Polri, KPU, Bawaslu, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan elemen masyarakat lainya. Diharapkan acara pelantikan bisa berlangsung lancar, aman dan tertib. “Angota dewan baru diharapkan bisa melaksanakan tugas secara profesional dan konstutisional, karena dewan itu merupakan sebagai unsur dari pemerintah daerah,” ungkapnya.


Rony menambahkan, setelah selesai proses pelantikan, agenda selanjutnya akan menentukan pimpinan sementara untuk membentuk tata tertib (tatib) dan membentuk alat kelengkapan dewan berdasarkan UU MD3. “Alat kelengkapan dewan itu mulai dari pembentukan pimpinan, badan musyawarah (bamus), komisi, badan anggaran dan badan kehormatan. Semua itu akan dibentuk melalui rapat paripurna,” ucapnya.

Selain membentuk tatib dan alat kelengkapan dewan, kata dia, agenda selanjutnya akan ada masa orientasi bagi 50 calon terpilih pada bulan September mendatang selama kurang lebih 4 hari. “Masa orientasi ini merupakan pembekalan bagi calon terpilih yang akan disampaikan oleh narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Barat. Supaya calon terpilih ini mengetahui tugas dan fungsi sebagai anggota dewan selama menjabat lima tahun ke depan,” ujarnya.