Nikah ko mesti ikut test psikotes ???

Direncakana, Mulai Tahun 2020 Nikah Akan lebih Sulit
Pengantin wanita

MUP – Pada tahun 2020 mendatang, pasangan yang akan melangsungkan pernikahan harus dinyatakan lulus dan memiliki sertifikasi perkawinan dari kementerian agama dan kementerian kesehatan.
Sebelum nikah berlangsung, calon suami dan istri akan mengikuti kelas atau bimbingan pra nikah.
Pertanyaannya kenapa proses ini harus ditempuh???

Pada bimbingan pra nikah tersebut, akan diajarkan seputar alat kesehatan reproduksi, penyakit berbahaya yang memungkinkan terjadi pada suami-istri dan anak, masalah stunting dan masalah lainnya.
Pasangan baru dapat menikah setelah melewati bimbingan pra nikah. Ini juga sekaligus untuk mengantisipasi pernikahan dini maupun masalah dalam keluarga nantinya. 
yang jadi pertanyaan apakah ini akan terus berlangsung, berlanjut sampai nanti sesudah menikah ada bimbingan khusus dengan jutaan orang yang notabene harus mengikuti test kelayakan???

Dilansir dari berbagai sumber, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir, mengatakan sertifikasi perkawinan tersebut mengharuskan pasangan yang akan menikah mengikuti pra nikah untuk mendapatkan upgrading tentang bagaimana menjalani kehidupan berkeluarga nantinya.
Aturan tersebut akan berlaku mulai 2020, dan setiap pasangan akan mengikuti kelas pra nikah selama tiga bulan. Setelah dinyatakan lulus, barulah calon pengantin mendapatkan sertifikat untuk dapat menikah.
Program tersebut nantinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.