Media Sarana Informasi

10/7/20

Setelah Demo Buruh berlanjut RUSUH aksi para Mahasiswa Bandung terkait penolakan RUU menjadi Cipta Kerja UU


Bandung- Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyebut massa yang bertindak anarkistis dalam demo di depan Gedung DPRD Jawa Barat bukan dari kalangan mahasiswa maupun buruh.  Ulung mengatakan pada siang hari memang ada sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung melakukan demo menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Namun, sejak sore hingga malam hari para pedemo terlihat bukan lagi dari elemen mahasiswa.  "Bukan massa buruh, bukan massa mahasiswa. Tadi setelah mahasiswa melakukan demonstrasi, ada massa lain yang datang ke DPRD untuk melakukan unjuk rasa lagi. Diperkirakan dari kelompok lain yang bukan mahasiswa," ujar Ulung ditemui di Jalan Diponegoro, Selasa (6/10)

 Berikut Cuplikannya

 
Ulung mengatakan massa yang bergerak sore hari membuat aksi dorong-dorongan di depan Gedung DPRD Jabar. Mereka ingin menguasai gedung dewan perwakilan rakyat Jabar tersebut. Namun demikian Ulung enggan berspekulasi soal siapa yang melakukan demonstrasi yang berujung ricuh tersebut


"Mereka tadi dorong-dorongan dengan anggota dan berupaya menguasai gedung dewan, serta melakukan pelemparan. Sekarang masih kita dalami," katanya.

Ulung menyebut petugas memukul mundur massa karena berdasarkan aturan, unjuk rasa tidak melebihi pukul 18.00 WIB.

"Yang pertama sudah melewati jamnya. Terus yang kedua mereka sengaja memancing petugas agar petugas emosi. Ada aksi pelemparan, hitung tahap satu, dua, tiga, kita maju ke depan," katanya.

Polisi menerjunkan 650 personel untuk mengawal demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa. Adapun hingga pukul 20.00 situasi di depan Gedung DPRD Jabar tepatnya di Jalan Diponegoro sudah berangsur kondusif.

"Situasi sementara sudah bisa kita kendalikan," tutur Ulung.


Share:

Definition List

Unordered List

Advertising

About Me

Email : advmedsos@mediacompersada.com