Virus Corona kini ditemukan di hewan cerpelai dan bisa menular ke manusia. Hal ini telah dilaporkan beberapa negara, seperti Denmark, Spanyol, Swedia, Italia, Belanda, hingga Amerika Serikat. Terkait hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO langsung bertindak cepat dengan berkomunikasi dengan kelompok yang tengah mengevaluasi mutasi virus Corona dari cerpelai. Namun, belum dapat dipastikan apakah mutasi tersebut dapat lebih berbahaya atau menular antarmanusia nantinya. "Ada studi yang sedang berlangsung untuk memahami situasi di Denmark. Kami memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan di kelompok yang mengevaluasi strain yang diidentifikasi dalam ini, sehingga temuan mereka menemukan mereka telah melihat varian di beberapa strain yang memiliki mutasi," ungkap ahli epidemiologi dan penyakit infeksi WHO, Dr Maria Van Kerkhove. Ia menjelaskan, perlu ada studi lanjutan untuk mengetahui dampak dari mutasi corona dari cerpelai. Sebab, mutasi virus pada hewan bisa membuat virus corona yang saat ini ada jadi berbeda. "Masing-masing dari perubahan dan mutasi ini apakah mereka teridentifikasi di cerpelai atau teridentifikasi manusia apapun untuk dievaluasi. Karena kita perlu menentukan pentingnya masing-masing ini dan jika salah satu dari perubahan ini berarti virus berperilaku berbeda," jelas van Kerkhove. Setidaknya ada lebih dari 15 juta ekor cerpelai di Denmark harus dimusnahkan demi meminimalisasi risiko penularan virus. Hewan ini diternakkan untuk diambil bulunya. Berikut fakta-fakta cerpelai dikutip dari buku 'Cari Tahu Hewan-hewan Bertubuh Kecil' karya Fatiharifah: 1. Bentuk Cerpelai Cerpelai adalah hewan dalam golongan jenis mamalia. Hewan yang dikenal sebagai mink ini memiliki tubuh yang kecil dan sering disebut mirip dengan berang-berang. Tubuhnya panjang dan ramping. Ia juga memiliki ekor yang panjang dan kaki berjumlah empat berukuran pendek. Warna bulu cerpelai biasanya cokelat atau merah, sedangkan bagian perutnya berwarna putih. 2. Cerpelai Makan Apa? Hewan ini tergolong dalam jenis karnivora. Pasalnya, cerpelai memakan tikus, burung, reptil, kodok, yuyu, serangga, hingga kalajengking. Biasanya ia memburu mangsanya di malam dan siang hari. Baca juga: Cerpelai Tularkan Corona, Inggris Larang Turis Denmark Masuk 3. Cerpelai Berasal Dari? Cerpelai pada dasarnya bisa ditemukan di seluruh dunia, kecuali di Antartika, Australia, dan pulau-pulau sebelah Timur garis Wallace. Mereka biasanya hidup di semak-semak dan padang rumput. Untuk bertahan hidup, cerpelai membuat sarang di tanah maupun di pohon. Hewan ini juga sering dianggap sebagai hama di peternakan karena biasa memangsa ayam dan kelinci.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama