Jendral Soedirman merupakan seorang pahlawan asal Purbalingga yang namanya tidak hanya dihormati di Indonesia saja, melainkan di negara-negara yang dulunya dilawan oleh Soedirman, yaitu negara Jepang. Bahkan, Jenderal Soedirman dibuatkan sebuah patung di Kementerian Pertahanan Jepang yang membuktikan betapa dihormatinya beliau di sana. Pada saat itu, patung yang berdiri sejak 14 Januari 2011 tersebut merupakan hasil dari kesepakatan antara Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro dan inisiatif Kementerian Pertahanan Jepang sendiri.
Dibalik cerita patung Jendral Soedirman. Habibi mengenang sosok yang ia panggil Mr. Yamamoto. Seorang lansia yang kala itu berusia 65 tahun dan menjadi salah satu rekan kerja Habibi di salah satu perusahaan di Chiba, Jepang. Sosok sepuh bijak itu ternyata mampu menggelorakan jiwa nasionalisme Habibi dan membuatnya mengagumi pahlawan zaman dahulu yang berani berjuang mempertahankan kemerdekaan. ‘’Mr. Yamamoto menyebutkan satu kata yang sering saya dengar, tapi kok ucapannya berbeda. ‘SUDIRUMAN’. Awalnya saya tidak kenal siapa yang dimaksud. Tetapi saya ingat bahwa yang dimaksud adalah Jenderal Soedirman karena di Jepang konsonan ‘R’ dibaca dengan ‘RU’,’’ kenang Habibi. Habibi terharu ketika sosok sepuh ini begitu berapi-api bercerita tentang kehebatan Jenderal Soedirman saat memimpin tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk oleh Jepang. ‘’Betapa Sang Jenderal dengan gagah berani mengusir penjajah dari Belanda dan Inggris yang ingin menguasai bumi pertiwi. Sosok tua (Mr. Yamamoto) yang begitu semangat menceritakan setiap detail perjuangan Sang Jenderal. Entah dari mana dia mendapatkan informasi itu semua,’’ tulis Habibi. ‘’Dan patung Jenderal Soedirman di kantor Kementerian Jepang yang berdiri kokoh agaknya menjadi bukti sahih betapa orang Jepang menyimpan kekaguman dan rasa hormat terhadap bangsa kita.’’ Kisah Soedirman di PETA
Menurut Fujii, Soedirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara. Banyak kontak yang terjadi antara Jepang dengan Soedirman. Bagi Soedirman, PETA adalah tempat dimana ia mengawali karirnya sebagai salah satu jenderal sekaligus tentara yang sangat piawai. Awalnya, PETA merupakan tentara sukarelawan yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang saat menguasai bangsa Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945. Pembentukan PETA memang diawali dengan tugas untuk membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur raya. Kala itu Soedirman ditunjuk langsung oleh Jepang sebagai komandan dan bertugas merekrut banyak anak muda di daerahnya untuk bergabung dengan PETA. Soedirman dan anak pribumi lain dilatih Jepang untuk bisa berperang, dengan harapan awal, mampu berperang dan menghalau tentara Sekutu yang mulai gencar memburu Jepang di mana saja mereka berada. Sempat terjadi pergolakan tentara PETA karena sikap Jepang yang mempekerjakan secara paksa masyarakat Indonesia. Pemberontakan itu bahkan sempat membunuh satu orang Jepang di bawah tangan tentara PETA. Disinilah peran Jenderal Soedirman dianggap penting. Setelah mengetahui hal tersebut, Soedirman mengusahakan kepada pihak Jepang agar anak buahnya tidak dibunuh sebagai syarat pemberontakan akan dihentikan. Awalnya Jepang menyetujui hal itu, meski akhirnya seolah ada ‘’pengkhianatan’’ karena Soedirman dan beberapa anak buahnya dikirim ke camp konsentrasi dan dipekerjakan secara kasar. Bagi Indonesia, momen itulah yang membuat Soedirman dikenal dan sampai akhirnya dipercaya oleh Presiden Soekarno sehingga diangkat menjadi jenderal terpercaya di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ini karena usaha sehidup semati Soedirman untuk mengusir penjajah demi kedaulatan bangsa. Hingga sekarang sosok Soedirman selalu dikenang sebagai Jenderal paling disegani.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama