Media Sarana Informasi

11/24/20

Polrestabes Bandung sita 150 KG Tembakau Gorilla kualitas super, ternyata di grebek di pabrik rumahan

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menggerebek pabrik rumahan ganja sintetis atau tembakau gorilla. Dari pabrik ini, petugas menyita 150 kilogram (kg) tembakau gorilla kualitas super siap edar. Selain barang bukti 150 tembakau gorilla dan 2 kilogram bahan baku berupa serbuk putih, polisi juga meringkus sembilan tersangka. Antara lain, HF, HS, ARB, BCL, BCH, SM, AN, RD, dan AA. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan kasus tembakau gorilla terbesar di Indonesia ini berawal dari informasi warga marak peredaran ganja sintetis. Berdasarkan informasi tersebut, kata Kapolrestabes Bandung, personel Satres Narkoba bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pada Rabu 18 November 2020 sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menggerebek pelaku di sebuah hotel di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sini, tiga tersangka diamankan, yakni HF HS, dan AR. "Dari tiga tersangka itu, kami menyita barang bukti 2 kilogram ganja sintetis atau tembakau gorilla," kata Kapolrestabes Bandung didampingi Kasatres Narkoba AKBP Ricky Hendarsyah dan Kasubbag Humas AKP Rahayu Mustikaningsih saat konferesi pers pengungkapan kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (23/11/2020). Kombes Pol Ulung mengemukakan, tersangka HF HS, dan AR mengaku mendapatkan 2 kg bahan baku tembakau gorilla itu dari Jakarta. Kasus dikembangkan hingga petugas menggerebek sebuah hotel di Cengkareng, Tangerang, Banten. Di lokasi ini, polisi mengamankan dua tersangka, BCL dan BCH yang akan mengambil 2 kilogram bahan baku pembuatan tembakau gorilla di bandar udara (bandara) pada Rabu 18 November 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. Dua kilogram bahan baku ini bisa untuk membuat 400 kg tembakau gorilla. "Bahan baku tembakau gorilla ini didatangkan dari China melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun, sebelum diterima, para pelaku ditangkap terlebih dahulu. Tersangka BCL dan BCH mengaku bahan baku tembakau gorilla itu milik dari tersangka SM," ujar Kombes Pol Ulung. Tak berhenti di situ, tutur Kapolrestabes Bandung, anggota Satres Narkoba Polrestabes BAndung mengembangkan kasus dengan menangkap tersangka SM di rumah orang tuanya di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung pada Rabu 18 November 2020 semkitar pukul 21.00 WIB. "Kepada petugas, tersangka SM bersedia menunjukkan tempat pembuatan atau pabrik rumahan yang memproduksi tembakau gorilla tersebut, yakni di sebuah apartemen di Kota Bekasi dan Kalibata, Jakarta Selatan," tutur Kapolrestabes Bandung. Dalam penggerebekan di apartemen Kota Bekasi dan Kalibata pada Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 02.00 WIB, kata Kombes Pol Ulung, petugas menangkap tersangka AN dan RD. Di apartemen itu petugas mengamankan 150 kilogram yang telah dikemas dalam ukuran 5 gram, 15 gram, 25 gram, dan 500 gram. "Tersangka AN dan RD mengaku pembuatan tembakau gorilla itu atas suruhan tersangka AA yang ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung pada Kamis 19 November 2020 pagi," kata Kombes Pol Ulung. Berdasarkan hasil uji laboratorium di Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal (Puslabfor Bareskrim) Polri, ujar Kapolrestabes Bandung, tembakau gorilla yang diproduksi para tersangka tergolong dalam narkotika golongan I sesuai Permenkes Nomor 5 tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Para tersangka pembuat dan pengedar tembakau gorilla yang berhasil diamankan. (Foto: iNews.id/Agus Warsudi) "Para terangka dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 132 ayat 1, dan atau Pasal 112 ayat 2 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana mati atau penjara paling lama 20 tahun," ujar Kapolrestabes Bandung. "Dengan pengungkapan ini, Polrestabes Bandung berhasil menyelamatkan 1,5 juta warga dari bahaya penyalahgunaan narkoba," tutur dia.
Share:

Definition List

Unordered List

Advertising

About Me

Email : advmedsos@mediacompersada.com