Media Sarana Informasi

12/23/20

5 Mitos Tentang Virus Covid-19, Yang Masih Dipercaya Masyarakat

Indonesia saat ini masih serius dalam menangani pandemi covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020.


Data terbaru yang dimiliki Satuan Tugas penanganan Covid-19 menyebutkan bahwa saat ini setidaknya ada 672.000 kasus orang yang terinfeksi covid-19, dengan angka kesembuhan 547.000, sementara jumlah orang yang meninggal mengalami peningkatan hingga 20.085 kasus per Desember.


Tingginya kasus yang terjadi di Indonesia disinyalir terjadi lantaran berbagai sebab, salah satunya turunnya kesadaran dalam mengenakan masker, kurang menjaga protokol kesehatan hingga masih mempercayai beberapa mitos yang berkembang soal Covid-19.


Hingga kini tak dipungkiri masih banyak masyarakat yang mempercayai hoax atau mitos-mitos yang berkaitan dengan covid-19.


Bahkan tak jarang banyak masyarakat yang melakukan tindakan pencegahan covid-19 dengan mengandalkan mitos tersebut.


Berikut adalah beberapa mitos yang berkembang di masyarakat dan masih di percaya hingga kini.

Mitos: penderita covid-19 akan selalu terdeteksi


Fakta: penderita covid-19 tidak akan selalu terdeteksi. Sebab virus bisa berada di dalam tubuh seseorang hingga 14 hari sebelum mereka mendapatkan gejala.


Selain itu beberapa orang akan memiliki kasus covid-19 yang ringan sehingga mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.


Bahkan kini mulai bermunculan orang yang terinfeksi covid-19 tanpa menunjukan gejala atau yang biasa disebut dengan (OTG).


Mitos: Covid-19 bisa dicegah dengan banyak minum minuman hangat atau panas dari bahan herbal.


Fakta: Hingga saat ini belum ditemukan penelitian atau study yang membuktikan kebenaran pernyataan diatas.


Pada dasarnya tidak ada makanan atau pun minuman yang bersifat panas atau dingin yang mampu melindungi kita dari paparan Covid-19 atau menyembuhkan penyakit.


Sejauh itu belum ada obat yang terbukti bisa menyembuhkan covid-19, semua pasien yang terinfeksi sembuh setelah masa inkubasi selesai dengan bantuan suplemen dan vitamin.


Mitos: Penggunaan disinfektan yang kuat untuk membersihkan tangan dan tubuh, efektif melindungi diri dari Covid-19?


Fakta: Tidak dibenarkan menggunakan disinfektan yang kuat untuk membersihkan tubuh.


Mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air atau menggosokkan pembersih berbasis alkohol, sudah cukup menghentikan penyebaran virus.


Menggunakan bahan kimia yang lebih kuat pada kulit justru bisa berbahaya.


Ingat, jangan sesekali menyemprotkan disinfektan ke tubuh atau menggunakannya unyuk membersihan tubuh, lantaran dapat menyebabkan kerusakan organ serius.


Mitos : Chloroquine menyembuhkan COVID-19?


FAKTA: Saat ini belum ada obat yang terbukti dapat menyembuhkan COVID-19, tetapi kebanyakan orang akan sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan medis profesional.


Bahkan untuk vaksin covid-19 pun mash dalam tahap pengujian hingga kini belum ditemukan obat atau vaksin yang mampu menyembuhakn covid-19.


Jika penderita Covid-19 dan mengalami kesulitan bernapas, hubungi fasilitas kesehatan setempat. Karena saat itu butuh perawatan medis profesional.


Untuk saat ini, penting untuk mengikuti nasihat resmi pemerintah dan mendapatkan informasi hanya dari sumber tepercaya.


Share:

Definition List

Unordered List

Advertising

About Me

Email : advmedsos@mediacompersada.com