Bandung Barat - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak terbuka mengenai kasus positif COVID-19 Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Hal tersebut lantaran selama 12 hari belakangan, Aa Umbara tak tampak menghadiri berbagai kegiatan kedinasan. Positifnya orang nomor satu di Bandung Barat itu pun baru diumumkan pada hari ke 12 tepatnya Rabu (13/1/2021).


Dari informasi Dinas Kesehatan KBB, pihak yang melakukan pengetesan hingga merawat Aa Umbara beserta istrinya Yuyun Yuningsih Umbara yang juga terkonfirmasi positif COVID-19 yakni tenaga kesehatan RSUD Lembang.


Direktur RSUD Lembang Eisenhower Sitanggang pun membenarkan bahwa dirinya lah yang melakukan perawatan terhadap Bupati Aa Umbara selama 12 hari karantina mandiri di kediamannya.


Sementara swab test terhadap Aa Umbara dilakukan oleh tenaga kesehatan dari RSUD Lembang. Namun Eisenhower mengatakan dirinya tak bisa memberikan jawaban mengenai kapan waktu swab test terhadap Umbara tanpa seizin Sekretaris Daerah (Sekda) KBB.


"Mengenai kapan diswab test dan pengumuman swab testnya, tidak bisa kami beritahu karena sudah sepakat informasinya harus dari Pak Sekda yang mengumumkan," kata Eisen saat dihubungi, Jumat (15/1/2021).


Eisen menjelaskan kondisi Aa Umbara saat ini sudah mulai membaik. Namun masih harus menjalani fase pemulihan dan melakukan swab test kedua.


"Insyaallah Sabtu pekan ini Pak bupati akan melakukan swab test kedua," katanya.


Sebelumnya, Sekda Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan pertimbangan tidak mengumumkan sejak awal karena Aa Umbara tidak ingin merepotkan siapapun. Namun mengingat dirinya pejabat publik maka hal itu tetap dilakukan.

"Beliau awalnya tidak ingin ribut, ingin sehat dulu. Baru nanti disampaikan. Tapi karena pertimbangan beliau punya banyak kegiatan dan pejabat publik jadi hari ini diumumkan," kata Asep.


Meski diungkapkan telah 12 hari terkonfirmasi COVID-19, Satgas Covid-19 KBB mengaku yang mengetahui waktu dan siapa yang melakukan swab test terhadap bupati adalah Dirut RSUD Lembang.


"Saya kurang tahu kapan waktu tes terhadap beliau karena saya pun baru tahu beliau positif kemarin Senin. Yang tahu pasti Dirut RSUD Lembang karena dia yang merawat langsung bupati," paparnya.


Asep sendiri mengaku dirinya tak bisa berkomunikasi dengan Aa Umbara dan baru bisa dihubungi pada Selasa (12/1/2021) sore. "Saya baru komunikasi dengan Pak Bupati Selasa sore. Suaranya memang seperti sedang dalam masa recovery," terangnya.


Keterbukaan positifnya Aa Umbara penting dibuka. Apalagi pada tanggal 4 Januari 2021, Aa Umbara dan istrinya sempat menghadiri kegiatan tahlilan 7 hari meninggalnya Sekjen DPD Nasdem Bandung Barat yang dihelat di Kantor DPD Nasdem KBB, Jalan Raya Purwakarta, Padalarang, KBB.


Terkait ketidakterbukaan Satgas COVID-19 KBB, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat Bagja Setiawan meminta Satgas COVID-19 KBB lebih terbuka mengelola data kasus COVID-19.


"Mestinya Satgas KBB harus terbuka, ini berlaku buka saja bagi bupati, tapi bagi siapapun. Tidak boleh ditutup-tutupi," kata Bagja.


Bagja bahkan menyebut jika Satgas dan Sekda tak tahu Aa Umbara positif COVID-19 adalah hal yang janggal. Mengingat nakes yang melakukan swab test dan merawat Aa Umbara pasti melapor ke Dinas Kesehatan.


"Ya tidak mungkin tidak komunikasi, pasti Satgas tahu sejak awal kalau bupati positif COVID-19. Hanya saja mereka tak terbuka," jelasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama