Bandung Barat - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang Maret 2021. Dua orang tersangka diamankan dalam kasus tersebut.

Pengungkapan kasus pertama yakni terhadap seorang pria berinisial TS (54), warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat yang menjadi pengedar narkotika jenis sabu.


Kepala BNN Bandung Barat AKBP M Julian mengatakan dari tangan pelaku TS pihaknya mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat total mencapai 39,1 gram.


"Betul kita berhasil ungkap peredaran sabu di wilayah Bandung Barat dari seorang pelaku berinisial TS yang berperan sebagai pengedar. Pelaku sudah kami amankan di Lapas Banceuy," ungkap Julian, Senin (22/3/2021).


Julian menyebut kronologis pengungkapan peredaran sabu oleh pelaku TS saat dirinya mengambil barang haram tersebut dari daerah Cileungsi, Bogor. Pihaknya membuntuti pelaku hingga kembali lagi ke Bandung.


"Prosesnya cukup panjang juga. Kita buntuti sejak keberangkatan dia ke Cileungsi untuk ambil paket sabu. Kita amankan dia saat masuk di wilayah Tol Bandung Barat, karena kebetulan menggunakan kendaraan umum. Barangnya disembunyikan di sepatunya," tegasnya.


TS sendiri diketahui merupakan seorang residivis yang telah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama.


Kasus lain yang diungkap BNN Bandung Barat yakni penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis oleh seorang pemuda berinisial MY (23) warga Kampung Cikandang, Desa Cimareme, Kecamatan Padalarang, KBB.


"Kita amankan juga seorang pemuda pemakai tembakau sintetis gorila. Dia menyimpan barang bukti 7,3 gram atau 11 paket tembakau gorila. Dia beli secara online," kata Julian.


Namun pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap MY lantaran hanya sebagai pemakai. MY sendiri akhirnya hanya menjalani rehabilitasi medis dan melakukan pembinaan saja.


"Kita arahkan dia ikut kegiatan pengajian di Kantor BNN KBB, bareng dengan anggita lainnya. Dia juga menjalani rehabilitasi medis untuk menghentikan ketergantungannya," terangnya.


Sementara sepanjang tahun 2020, pihaknya sudah mengamankan sebanyak 33 orang pelaku penyalahguna narkotika. Para pelaku merupakan hasil ungkapan dari lima belas kasus yang ditangani BNN KBB hingga saat ini.


"Sebanyak sembilan orang tersangka berkasnya telah dinyatakan P21 dan dilimpahkan ke pengadilan. Sementara itu, 24 orang tersangka lainnya menjalani proses rehabilitasi," pungkasnya.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama