Imi April 17 2021
(TNI AU)
Langit Jakarta, Jumat pagi  (16/4/2021) dibuat bergemuruh, setelah jet tempur F-16 Fighting Falcon nampak wara-wiri setelah lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma. Formasi terbang F-16 dari Skadron Udara 3 ini tentu bukan tanpa tujuan, persisnya TNI AU tengah melakukan kegiatan hot pit refueling dalam Latihan Hanud Cakra-21 Kosek Hanudnas I. Meski bukan kegiatan asing di lingkup TNI AU, istilah hot pit refueling menarik untuk diperhatikan.

Dikutip dari akun Twitter @_TNIAU, disebutkan hot pit refueling adalah teknik pengisian bahan bakar pesawat tempur di darat, namun pengisian tersebut dilakukan dalam kondisi mesin menyala, tujuannya agar pesawat dapat segera kembali take-off untuk melanjutkan misi dengan jarak lebih jauh atau durasi operasi tempur lebih lama.

Dengan teknik hot pit refueling, proses pengisian bahan bakar di darat untuk jet tempur F-16 dapat dilakukan dalam waktu 15 – 20 menit, sebagai perbandingan, bila menggunakan teknik pengisian bahan bakar standar, yakni dengan mematikan mesin, maka waktu yang dibutuhkan bisa mencapai satu jam atau lebih. Sumber dari ang.af.mil menyebut, untuk F-16 Fighting Falcon yang menerima 800 -9 00 galon bahan bakar, maka waktu untuk hot pit refueling berkisar antara 10-  30 menit.

Mesin yang sedang menyala dapat memberikan tenaga dan juga bertindak sebagai sumber udara, jadi saat recovering atau launching dari lingkungan yang keras, ground crew memiliki sumber udara yang dapat diandalkan untuk menghidupkan kembali mesin yang tersisa segera setelah pengisian bahan bakar di darat selesai. Hal ini memungkinkan pesawat lepas landas dalam waktu yang lebih singkat.

Selain digunakan pada jet tempur, teknik hot pit refueling juga dapat dijalankan pada jenis pesawat lain. Seperti teknik ini belum lama sukses diuji cobakan pada pesawat tanker KC-135 Stratotanker milik AU Amerika Serikat yang berpangkalan di Lanud Mildenhall, Inggris.

Berkat teknik hot pit refueling, maka pengisian bahan bakar pada pesawat jet bermesin empat ini hanya butuh waktu satu jam, sebagai perbandingan, jika menggunakan pengisian bahan bakar standar, maka waktunya antara empat sampai enam jam. (Gilang Perdana)

Indomiliter

Ns: Darma Projustitia

Editor : Morris

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama