Swab Antigen, 68 Warga di Cengkareng Dinyatakan Non Reaktif

Berita Terkini, Jakarta, mediacompersada.com - Sebanyak 68 orang warga di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat menjalani rapid tes swab antigen. Seluruhnya dinyatakan non reaktif (Negatif).

Berdasarkan pantauan di lokasi nampak warga terlihat antusias saat mengikuti swab di Posko Swab bertempat di halaman Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Sabtu, 22/5/2021.


Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol Egman, SH mengatakan dari jumlah 68 warga ini adalah gabungan data dari posko PPKM kecamatan cengkareng dan Puskesmas Cengkareng.  

"Selain hasil non reaktif semua, dari jumlah 68 warga terinci 41 orang diantaranya data dari posko PPKM kecamatan cengkareng dan 27 lagi dari puskesmas cengkareng. Jadi, swab ini sebagai tindak lanjut warga yang mudik lebaran kemarin," ujarnya.

Egman mengatakan, pelaksanaan Swab ini melibatkan tiga pilar kecamatan cengkareng dibantu oleh tenaga medis dan satgas Covid.

Ia berharap dengan swab ini masyarakat memahami akan situasi pandemi saat ini, sehingga bagi mereka yang sempat melakukan mudik lebaran maupun warga pendatang di Cengkareng khususnya mau menyadari dan mengikuti program swab.

"Saya harap ditengah situasi pandemi ini warga mau mengikuti program swab ini, terlebih bagi mereka yang baru datang dari mudik lebaran kemarin sehingga mereka bisa mengetahui akan kondisi kesehatanya masing-masing, karena apa yang telah diprogramkan pemerintah adalah salah satu solusi dalam penanganan COVID-19," tukasnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )
[23/5 15.38] Ega Wartawan: *Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi : Sudah Saatnya Dilakukan Pengangkatan Status Honorer Pendamping Desa Jadi PPPK*

Jakarta - Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi mengatakan bahwa sudah saatnya honorer pendamping desa untuk dilakukan pengangkatan status menjadi PPPK. "Ini adalah langkah tepat dan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, kompetensi dan kualitas pendamping desa," jelas Fachrul Razi yang juga alumni politik Universitas Indonesia.

Ketua Komite I DPD RI juga menyambut positif rencana Abdul Halim terkait wacana peningkatan kualitas pendamping desa dengan cara menaikkan status mereka dari pegawai honorer ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), demikian disampaikan kepada media, sabtu (22/5).

Fachrul Razi melihat pentingnya para pendamping desa dalam memajukan desa-desa di Indonesia. Mengingat banyaknya desa yang ada di Indonesia tidak akan sepenuhnya terjangkau oleh Kementerian Desa PDTT secara keseluruhan.

"Para pendamping adalah salah satu aktor yang telah banyak berjasa dalam pembangunan desa. Tanpa mereka sulit bagi pemerintah khususnya Kementrian Desa PDTT untuk menjangkau seluruh desa yang ada di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 74.961 Desa." Ujar Senator asal Aceh tersebut.

Fachrul Razi beranggapan, mengangkat para pendamping desa menjadi PPPK merupakan suatu bentuk penghargaan negara terhadap jasa mereka dalam memajukan Indonesia.

Mengenai proses pengangkatan, Fachrul Razi menyampaikan biar kementrian terkait yang mengaturnya. DPD RI tetap akan melakukan pengawasan nantinya.

"Mengenai mekanisme dan prosedurnya, biar lembaga terkait yang akan mengatur detailnya seperti apa, yang menjadi catatan dari kami DPD RI, langkah dari pak menteri sangat bagus. Kami akan mendukung," tutur Ketua Komite I DPD RI.

"Peralihan status pendamping desa dari honorer ke PPPK diharapkan bisa mengangkat etos kerja para petugas pendamping desa menjadi lebih baik lagi. Artinya, negara sudah berusaha untuk menyejahterakan para petugas pendamping desa," tutup Fachrul Razi.


NS : Razi
Editor : G.G

Posting Komentar untuk "Swab Antigen, 68 Warga di Cengkareng Dinyatakan Non Reaktif"