Begal kembali Beraksi di Makassar dengan Modus bila Tidak Serahkan Hp di Bacok Korbannya

MAKASSAR - mediacompersada.com kembali terjadi aksi pembegalan terjadi di depan kantor Lembaga Penjamin mutu pendidikan (LPMP) jalan AP Pettarani,Makassar pada Jumat Sore (8/10/2021), tepatnya di jalan Swadaya 2.

Korban Anto nyaris mengalami luka hebat jika tidak menyerahkan ponselnya, karena pelaku telah mengacungkan senjata tajam.


“Pelaku 10 orang pakai sepeda dan menggunakan topeng serta membawa bawa senjata ” ujar korban kepada wartawan pada Sabtu (9/10/2021).


“Ancamannya ya itu, ngebacok. Diancam, ‘HP mana HP, kalau enggak ngasih, bacok nih’,” lanjutnya.


Korban menyebut, peristiwa terjadi ketika ia baru saja pulang membawakan telur ayam pelanggan di jalan Swadaya 2, perintis kemerdekaan.


Dia di ikuti dari ujung jalan Pettarani kemudian di tahan dan di suruh berhenti oleh sekolompok begal tetapi korban tidak berhenti akhirnya Begal menyerempet mobil kami dan menghalangi sambil mengancam dengan Batu Besar akhirnya Opick driver yang membawa mobil tersebut berhenti.


Begal memaksa meminta HP dan kunci mobil tersebut dengan alasan korban menabrak orang sontak driver tersebut kaget dan takut akhirnya menyerahkan barang yang diminta Begal tersebut.


“Mau tidak mau ya saya kasih. Setelah itu, langsung pergi dia,” kata korban.


“Saya langsung menelpon keluarga, dan berusaha lari saya sudah teriak, tapi ya warganya terlambat datang,” lanjutnya.


Menurut korban, pelaku melarikan diri ke

ke jalan landak baru dengan melawan arus kendaraan dan menghilang.


Meskipun ia tak dibacok, namun korban mengatakan bahwa di dalam ponselnya ada sejumlah kartu-kartu penting.


Sementara keluarga korban, Sudarmin ia juga sebagai korlap Legend kiwal garuda hitam, mengumpulkan anggotanya seketika untuk membantu korban dan mengarahkan ke kantor polisi terdekat untuk melapor.



Narasumber Pewarta : DPP SEKAT RI Darwis. Editor Red : GG

Posting Komentar untuk "Begal kembali Beraksi di Makassar dengan Modus bila Tidak Serahkan Hp di Bacok Korbannya"