Dana PPKM 8% Dari APBDes Muara Batu Batu dipertanyakan

mediacompersada.com | Senin, 22 November 2021.


ACEH - mediacompersada.com | Berawal dari keluhan salah seorang Warga masyarakat kepada awak media ini,setelah diketahui kejadian yang telah menimpa adiknya,bernama Mulyadi yang dirawat di RsUD setelah melakukan Vaksinasi covid -19.

Untuk itu akhirnya awak media menghubungi pihak keluarganya yang bernama Dahari Abang Kandung dari adiknya Mulyadi yang dirawat tersebut dan menanyakan kebenarannya terkait informasi bahwa diduga adiknya tersebut perlu perawatan medis setelah melakukan vaksinasi covid-19.


Menurut Dahari” Saya tidak keberatan dengan apa yang menimpa adik Saya, yang sekarang ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), karena Sayapun yakin bahwa pihak medis, tidak mugkin menganiaya Adik Saya tersebut karena suntik vaksinasi tersebut, “ujarnya.


” Saya sendiri sudah menyaksikan segenap Muspika Rundeng menunjukkan sikap tanggung jawabnya, hingga saat ini kesehatan adik Saya dalam pantauan Mereka,” ujarnya Dahari abang kandung Mulyadi kepada media ini, pada Minggu (21/11/2021).


“Hanya yang Saya sesalkan itu ,sikap dari Pj. Kades Muara Batu Batu, terlihat tidak peduli terhadap keadaan warganya, seharusnya selaku Kades harus aktif memantau warganya, lebih-lebih saat ini warga sibuk-sibuknya mengikuti suntik vaksinasi untuk pencegahan dari penyebaran virus covid 19 ini, “tambahnya.


“Menurut hemat Saya dengan adanya anggaran PPKM 8% di APBDes, gunakanlah anggaran itu untuk meringankan beban warga yang terkena efek dari vaksinasi tersebut, untuk membantu biaya berobat, atau untuk keperluan warga lainnya yang sedang menjalani pengobatan. Kalau anggaran itu tidak diperuntukkan dimasa PPKM seperti ini, lalu dikemanakan peruntukkan anggaran tersebut, “tanyanya seakan heran.


“Ironisnya lagi, disaat semua Muspika Rundeng mengunjungi Mulyadi di RSUD Subulussalam termasuk Walikota dan Ibu Walikota Subulussalam, beliau selaku Pj. Kades justru tidak pernah datang sama sekali, padahal selain Pemimpin Desa, beliau masih ada ikatan darah/kekeluargaan dengan Kami, yang ada hanya perangkat Desa yang diberi uang 200 ribu untuk membeli buah-buahan saja,”keluh Dahari kecewa.


Terkait Mulyadi adiknya yang dirujuk dan saat ini dirawat inap di RSUD Subulussalam, Dahari menceritakan kronologinya, bahwa” pada hari Selasa (16/11/2021 ) Mulyadi (26) disuntik vaksin tenaga medis dari Puskemas Rundeng, selesai vaksinasi adiknya Mulyadi merasakan sakit kepala (pening) dan lemas, Kami menduga itu efek vaksin yang disuntikkan ketubuhnya,” ujar Dahari memaparkan.


Melihat kondisi kesehatan adiknya makin memburuk badan panas, muntah-muntah, dada sesak, kepala dan kaki panas, serta tangan kurang bertenaga memegang benda, Dahari pun melaporkan kondisi adiknya itu ke kantor Polsek terdekat. Tidak berselang lama terlihat pihak Polsek Rundeng datang melihat kondisi Mulyadi di kediamannya dan langsung membawanya ke Puskesdes di Desa tersebut ,”paparnya.


“Saat selesai pemeriksaan di Puskesdes dan tidak tertangani disana, Mulyadi kemudian dibawa ke Puskesmas Rundeng dan akhirnya di rujuk ke RSUD Subulussalam. Mirisnya pada saat Kami hendak berangkat menuju RSUD yang membayar uang ambulance tersebut malah Bu Kapus bukan Pj. Kades, “ungkapnya.


Padahal sebelumnya Saya sudah meminta uang kepada Kades, karena kebetulan Saya tidak pegang uang sama sekali, dan menghubungi nya melalui pesan WhatsApp,akan tetapi tidak direspon ,padahal sudah dibacanya. Dan Saya lihat Kapus membayar uang ambulannya, tapi tetap Pj. Kades itu diam saja,” pungkas Dahari.


Guna mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi Mulyadi, awak media ini kemudian mengonfirmasi Dr. Idrawati Pelis Kapus Rundeng, dan menurut nya, bahwa “Alhamdulillah keadaan pasiennya baik, ketika di vaksin saat itu, sydah sesuai dengan prosedur, maka saat itu Saya rujuk untuk memastikan diagnosanya ,dan itu bukan karena penyakit berat, karena ternyata Mulyadi mengalami gangguan lambung atau diagnosa like ulcer, dispepsia like ulcer, dan ternyata sama diagnosanya dengan hasil pemeriksaan Dokter di Rumah Sakit,”ungkapnya,saat di konfirmasi Minggu (21/11/2021).


Berkenaan dengan informasi Dahari bahwa saudaranya Mulyadi sudah dirujuk ke RSUD dan sudah dirawat inap selama 1(satu) malam, awak media ini ,kemudian konfirmasi kepada Dr. Dewi Direktur RSUD Subulussalam, namun pihaknya mengatakan, ” Coba koso lebe du..apa betul, Odak lot laporan ( Saya tanya dulu benar atau tidak ada dirujuk dan dirawat inap di RSDU, tidak Saya tau, tidak ada laporan ) jawabnya singkat dengan bahasa daerah, Minggu (21/11/2021).


Menyingkapi keluhan dari Dahari abangnya Mulyadi, Sami’un Pj. Kades Muara Batu-Batu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu, (21/11/2021) mengatakan, bahwa “menyayangkan dan membantah tudingan warganya tersebut dan mengatakan, tidak patutlah selaku Kepala Desa tidak memperhatikan warga Saya, Kami telah mengutus Perangkat Desa untuk mengunjungi saudara Mulyadi di RSUD, Kita juga membawa buah tangan dan keperluan lainnya. Saya tidak bisa ikut berkunjung ,disebabkan saat ini Saya kurang sehat, apalagi antara Saya dan Dahari juga Mulyadi ada ikatan persaudaraan,”sangkalnya Pj. Kepala Desa bernama Sami’un .


“memang ada anggaran PPKM 8% di APBDes, dan memang dari situlah Kami mengambilnya untuk membantu keperluan saudara Mulyadi selama dalam perawatan di Rumah Sakit, memang Kami tidak memberikannya berbentuk uang tunai, itu saja mungkin masalahnya yang membuat warganya itu mengeluh dan kesal terhadap Saya, “tutup Kades Sami’un.




Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan IiNews Aceh. Editor Red : GG.

Posting Komentar untuk "Dana PPKM 8% Dari APBDes Muara Batu Batu dipertanyakan"