Dana Hasil Pungli PKH Diduga Digunakan untuk Fasilitas Desa di Pasirloa

PANDEGLANG, BANTEN, - mediacompersada.com - Diduga uang hasil pungutan liar (Pungli) dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) digunakan untuk pembelanjaan fasilitas di Desa Pasirloa Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kusnadi selaku Kepala Desa Pasirloa, membenarkan adanya dugaan penggunaan dana hasil pungutan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk pembelanjaan fasilitas kantor Desa Pasirloa tersebut.


“Benar, namun saya tidak menerima uang tersebut yang di serahkan oleh N, memang ada uang itu kami gunakan untuk kebutuhan pemberdayaan dan perbaikan aset Desa yang rusak seperti perbaikan Laptop, servis kendaraan roda dua dan roda tiga,” kata Kusnadi kepada awak media, Selasa (14/12/2021).


Sementara, N selaku Koordinator Ketua Kelompok saat di konfirmasi di rumahnya kepada awak media mengatakan, uang tersebut nominalnya Rp 3.950.000 (Tiga juta sembilan ratus lima puluh ribu) dirinya serahkan kepada Kepala Desa Pasirloa tapi di tolaknya.


“Namun setelah esok harinya datang salah satu Perangkat Desa pasirloa Kepala Dusun 3 TS mendatangi rumah saya meminta kembali uang tersebut atas utusan dari Kepala Desa dengan alasan uang tersebut untuk keperluan fasilitas kantor desa, dan hal tersebut pendamping PKH juga tau adanya pengolektipan ATM milik KPM,” ungkapnya


NI Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan PKH di desa Pasirloa, saat di wawancarai awak media menuturkan bahwa dirinya heran akan bantuan tersebut.


“Iya pak saya mendapatkan bantuan PKH, tapi heran makin kesini saya mendapatkan bantuan tersebut makin kecil nominalnya, contohnya bulan kemarin nominal bantuan yang saya terima hanya Rp 450 ribu itu pun yang saya terima dari ketua kelompok hanya Rp 400 ribu,” ungkapnya.


“Padahal saya punya tanggungan anak dua, yang pertama sekolah SMA yang kedua masih balita, saya belum pernah mencairkan sendiri pak, selama ini hanya menerima uangnya saja dari ketua kelompok,” jelasnya


Dikatakannya, dari pertama menerima bantuan PKH belum pernah pegang kartu ATM tersebut, memang selama ini kartu ATM tersebut di pegang ketua kelompok, tapi bulan kemaren kartu ATM tersebut sudah di kembalikan ke KPM nya masing masing, namun kartu ATM saya sampai hari ini belum saya terima.


“Kartu ATM nya saja sampai saat ini belum pernah pegang pak, apalagi nomor pin nya saya tidak tahu pak,” keluhnya


Ia pun menambahkan, sempat saya pertanyakan ke ketua kelompok kartu ATM PKH milik saya, katanya kalau kartu ATM PKH milik ibu masih di pak lurah,” tutur KPM seraya menyamakan omongan ketua kelompok


Ditempat terpisah, Ketua kelompok KM saat di konfirmasi di kediamannya menyampaikan bahwa, pengolektipan ATM dan pungutan ini berpariatif, di sesuaikan dengan nilai yang di terima oleh para KPM,” tutupnya


Sementara itu Asep Selaku Pendamping juga mengatakan bahwa Jika adanya temuan kemarin pihaknya sudah langsung datang sama Kapolsek agar kartu itu dipegang oleh tiap-tiap KPM.


“Kalau tiap pencairan saya tidak pernah mendampingi KPM, dan tugas pendamping itu paling ngecek dan memberikan informasi ke masing-masing kelompok, ketika program PKH tersebut sudah ada isinya,” pungkasnya. 



Narasumber Pewarta : Jaka Somantri

Editor Red : GG

Posting Komentar untuk "Dana Hasil Pungli PKH Diduga Digunakan untuk Fasilitas Desa di Pasirloa"