Habib Bahar Bin Smith di laporkan kembali, 20 desember 2022

Bahar bin Smith Dianggap Rendahkan TNI, Anak Buah Dudung Aziz Yanuar (pengacara di BGP & Partners) menyoroti video Habib Bahar Bin Smith yang viral di media sosial. 
Dalam video tersebut, Bahar diduga meremehkan peran atau kiprah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. 

Aziz Yanuar Pengacara

Aziz adalah tim pengacara yang membela Ulama dan juga pengacara Muhammad Rizik Shihab (MRS). Video tersebut mendapat tanggapan dari tersangka anggota militer Indonesia, mempertanyakan dan mengancam akan menemukan pendeta berambut gondrong itu. 

Terkait hal itu, Aziz meminta siapapun yang terlibat dalam kasus ini untuk tidak pernah mengutamakan aspek emosional. 

Pada hari Minggu (19 Desember 2021), ketika ditanya tentang tanggapannya, Aziz mengatakan: "Saya berharap semua pihak dapat menahan diri. 

Anak-anak sebangsa kita tidak boleh saling bertengkar." Aziz juga mengatakan bahwa pernyataan Baharbin Smith dalam video yang beredar tidak boleh dilihat dengan emosi. 

Habib Bahar Bin Smith mendatangi panggilan Polres

Karena menurutnya apa yang dikatakan Bahar sebagai bentuk koreksi, juga menunjukkan kecintaannya pada TNI, khususnya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 Menurutnya, apa yang benar dan dikoreksi dalam demokrasi. Ini lumrah," katanya. Meski begitu, Aziz mengaku belum mengetahui secara detail kapan dan dalam kesempatan apa Baha Bin Smith mengungkapkan hal tersebut. 

 "Saya lupa (lokasi dan acaranya)," kata Aziz. Video pidato Habib Bahar Bin Smith menyiratkan bahwa Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf (KSAD), viral di media sosial. 

 Dalam video pendek berdurasi 45 detik yang diunggah di Twitter oleh akun Mayakuza itu, Habib Bahar juga menegaskan peran KSAD Dudung selama menjabat sebagai petinggi TNI. 

 Disebutkannya, Jenderal TNI Dudung Abdurachman hanya bisa menggunakan alat utama alutista TNI untuk menurunkan baliho tersebut. Pada hari Minggu (19 Desember 2021), Habib Bahar seperti dikutip mengatakan: 

"Kapal perang, pesawat terbang, dan tank digunakan untuk berperang, bukan untuk menurunkan baliho." 

Video yang beredar kemudian mendapat berbagai tanggapan Termasuk orang-orang yang diduga anggota tentara Indonesia. Pria tak dikenal itu kemudian menanggapi pernyataan Habib Bahar Bin Smith yang meminta untuk tidak memprovokasi sesama Muslim. 

 "Kamu Muslim, dan kami juga banyak Muslim di TNI. Jangan memprovokasi umat Islam di seluruh Indonesia," kata pria kekar yang videonya beredar di akun YouTube sipil. 

 Selain itu, ia menyatakan tidak setuju karena Habib Bahar Bin Smith juga mengungkapkan pengurangan reklame yang diduga dilakukan oleh Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Angkatan Darat. 
Kemudian ia menyebutkan, peran dan tanggung jawab TNI belakangan ini cukup berat, yakni membantu korban bencana alam yang meletus di Gunung Lumajang Semeru. 

"Apa maksudmu? Apa hubungannya dengan papan reklame Semeru? Matamu tidak bisa melihat, kita semua (TNI) bekerja keras di Semeru," katanya. Termasuk orang-orang yg diduga anggota tentara Indonesia. 

 Pria tidak dikenal itu lalu menanggapi pernyataan Habib Bahar Bin Smith yg meminta buat nir memprovokasi sesama Muslim. "Kamu Muslim, & kami pula poly Muslim pada Tentara Nasional Indonesia. 

Jangan memprovokasi umat Islam pada semua Indonesia," istilah laki-laki kekar yg videonya tersebar pada akun YouTube sipil. 

Selain itu, beliau menyatakan nir putusan bulat lantaran Habib Bahar Bin Smith pula membicarakan pengurangan reklame yg diduga dilakukan sang Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Angkatan Darat. 


Kemudian beliau menyebutkan, kiprah & tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia belakangan ini relatif berat, yakni membantu korban bala alam yg meletus pada Gunung Lumajang Semeru. "Apa maksudmu? Apa hubungannya menggunakan papan reklame Semeru? Matamu nir sanggup melihat, kita semua (Tentara Nasional Indonesia) bekerja keras pada Semeru," katanya.

Posting Komentar untuk "Habib Bahar Bin Smith di laporkan kembali, 20 desember 2022"